Manchester City di tumbangkan Lyon di Etihad Stadium

Manchester City di tumbangkan Lyon di Etihad Stadium

Manchester City di tumbangkan Lyon di Etihad Stadium

Manchester City secara mengejutkan tumbang di kandang sendiri setelah di tekuk oleh Olympic Lyon 1 – 2 pada ajang liga Champions. Manchester City menghadapi Lyon di Etihad Stadium pada hari kamis 20/9/2018 dini hari wib. dan City pun tidak bisa ditemani oleh sang pelatih yang sedang terkena Skorsing sehingga harus melihat anak asuhnya bermain dari tribune Stadion.

Arteta pun tunjuk menjadi pengganti Guardiola di tepi lapangan untuk mengatur para pemain. sebagai Asisten manajer Manchester City Arteta pun mengakui kalau kekalahan timnya tampil kurang bagus di laga tersebut.

Meski di unggulkan, Manchester City tampil dengan buruk sehingga mengalami kekalahan. Lyon berhasil membuat dua gol terlebih dahulu melalui Gol dari Maxwel Gnaly Cornet dan Nabil Fekir pada babak pertama. kemudian manchester City hanya bisa memperkecil skor menjadi 1 – 2 pada babak kedua melalui Bernardo Silva.

Hasil tersebut membuat sebuah rekor buruk bagi Manchester City di ajang Liga Champions. sebab si biru langit adalah tim pertama dari inggris yang mengalami kekalahan di empat pertandingan beruntun Liga Champions. selain itu manchester city memutuskan kemenagan beruntun mereka musim ini setelah meraih lima kemenangan dan satu hasil seri dalam tujuh laga.

Manchester City di tumbangkan Lyon di Etihad Stadium

Arteta pun tidak akan menyalahkan kekalahan tersebut karena tidak ada Pep Guardiola Di pinggir lapangan untuk memberikan arahan kepada pemain. demikian pula dengan lesunya Atmosfer di Etihad Stadium membuat para pemain menjadi tidak bersemangat.

Sebenarnya jika Pep Guardiola berada di sisi lapangan, Manchester City tidak akan mengalami kekalahan. akan tetapi tidak bisa di pastikan juga. karena para pemain memulai tempo dengan lambat dan tidak konsisten. para pemain pun terlihat kalah berduel dengan para pemain Lyon yang begitu agresif.

Dan para pemain pun tidak terbiasa dengan tipe penonton seperti di liga Champions sebelumnya. kami terbiasa dengan orang orang yang mendukung tim seperti orang orang gila yang berteriak. tapi itu tidak menjadi alasan atas hasil yang kami dapat dari pertandingan tersebut, Ungkap Arteta,

 

Baca Juga: Neymar Seperti Artis Hollywoodnya Sepakbola

Neymar Seperti Artis Hollywoodnya Sepakbola

Neymar Seperti Artis Hollywoodnya Sepakbola

Neymar Seperti Artis Hollywoodnya Sepakbola

Akhir-akhir ini pemain berkebangsaan Brazil dan mega bintang asal PSG, Neymar mendapatkan kritikan salah satu pemain dialamatkan oleh Joey Barton. Pesepakbola yang berasal dari timnas Brasil itu diibaratkan olehnya seperti artis “Kim Kardashian”-nya dari dunia sepakbola.

Penampilan dari Neymar sendiri sering menjadi sorotan dalam waktu setahun terakhir ini apalagi pada saat event Piala Dunia 2018 kemarin. Maklum saja hal tersebut terjadi dikarenakan setelah usai dirinya berhasil memecahkan rekor transfer pada saat dirinya berhasil diboyong oleh tim kaya raya asal Prancis, Paris Saint-Germain dari tim Barcelona, pemain yang berusia 26 tahun itu pun selalu dituntut untuk bisa memperlihatkan dan juga menunjukkan kualitasnya pada saat berada di lapangan hijau.

Pada Piala Dunia 2018 kemarin sempat menjadi suatu puncak kritikan yang ditujukan kepada Neymar. Alasan harus bisa berhasil membawa negaranya untuk menjadi juara Piala Dunia di Rusia, Neymar ternyata gagal untuk bisa mengangkat performa dari timnya tersebut sehingga mereka harus gugur pada babak perempat final. Selain hal itu, Neymar juga sempat dituding kalau dirinya lebih banyak melakukan diving pada saat pertandingan.

Terakhir kali, Neymar sempat gagal untuk membawa timnya PSG menang atas tim Liverpool pada matchday pertama pertandingan Liga Champions 2018/2019. Dibuat hingga tidak bisa  berkutik sama sekali oelh para pasukan dari tim The Reds, Neymar dan PSG-nya harus mengakui keungguklan dan tumbang 2-3 di kandang Liverpool yaitu Anfield.

Neymar Seperti Artis Hollywoodnya Sepakbola

Menurut Barton, yang cukup dikenal sebagai salah satu pemain yang bengal semasa pada saat dia masih aktif bermain, menjuluki Neymar seperti artis Hollywood “Kim Kardashian”-nya dunia sepakbola. Kardasian sendiri dia merupakan salah satu atris perempuan asal Amerika Serikat yang lebih sering dicap sebagai artis yang kerap membuat berita yang cukup kontroversial ketimbang karyanya yang lebih baik untuk di layar kaca.

“Saya pikir kalau dia merupakan “Kim Kardashian”-nya dunia sepakbola,” sindir Barton kepada L’Equipe.

“Neymar sebenarnya bukanlah merupakan salah satu pemain terbaik di dunia saat ini, kita semua sudah melihat semua hal tersebut pada saat di Rusia waktu kemarin. Dia bahkan tidak bisa disejajarkan dan tidak selevel dengan Cristiano Ronaldo maupun dengan Lionel Messi sekalipun, dan masih ada lebih banyak lagi pemain lain yang lebih baik dan juga lebih bagus lagi darinya.”

Neymar, hanya merupakan sebuah fenomena yang berada di dunia sepakbola, dia lebih menjadi fenomena bagi dunia periklanan saja, sama seperti Kardashian,” tandas pria yang kini sudah menjadi manajer salah satu tim sepakbola itu.

Baca Juga: Meski Ada Ronaldo Tidak Menjamin Juventus Sukses Di Champions

Dengan kedatangan Cristiano Ronaldo ke Juventus membuat tim tersebut makin

Meski Ada Ronaldo Tidak Menjamin Juventus Sukses Di Champions

Meski Ada Ronaldo Tidak Menjamin Juventus Sukses Di Champions

Dengan kedatangan Cristiano Ronaldo ke Juventus membuat tim tersebut makin lebih diunggulkan untuk bisa menjadi juara Liga Champions musim 2018/2019 ini. Akan tetapi menurut sang pelatih Nyonya Tua, Massimiliano Allegri, CR7 tidak akan bisa menjamin apapun bagi kesuksesan tim.

Sebelum Cristiano Ronaldo datang ke Turin, bisa dibilang kalau kiprah tim Juventus di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir ini sudah baik dan juga apik. Mereka bahkan bisa mampu lolos sampai ke babak final pada 2014-2015 dan 2016-2017, walau akhirnya mesti kalah dan mengakui kekuatan lawannya.

Kedatangan sang mega bintang Cristiano Ronaldo sangat diyakini akan menjadi sebagai bagian dari upaya tim Juventus untuk kembali bisa menjadi raja dan bisa menguasai Eropa seperti waktu yang lalu. Apalagi kapten dari timnas Portugal itu sudah mampu membawa mantan tim nya Real Madrid untuk menjadi juara dalam tiga tahun terakhir, dia pun merupakan pencetak gol terbanyak pada Liga Champions musim lalu dengan total 15 golnya yang berhasil di cetaknya ke gawang para lawannya.

Kini tim Juventus sudah akan memulai semua perjalanan petualangannya di Liga Champions musim 2018/2019 ini, dengan pada laga pertama fase grup mereka harus menghadapi salah satu wakil dari La Liga Spanyol yaitu Valencia.

Meski Ada Ronaldo Tidak Menjamin Juventus Sukses Di Champions

Pelatih Massimiliano Allegri berbicara mengenai soal hasrat yang dimiliki oleh timnya di ajang bergengsi di benua biru ini. Ia masih mencoba untuk lebih realistis dan mengatakan bahwa kalau dengan keberadaan Ronaldo sekalipun belum tentu bisa membuat jaminan apapun bagi tim Juventus.

“Target utama dari tim kami adalah untuk bisa terus bertahan sebagai salah satu tim yang berhasil masuk ke empat tim top di ajang ini. Kami bukanlah tim yang favorit, tapi merupakan salah satu dari empat atau lima tim yang akan bisa ada untuk menjadi sang juara. Terlepas dari segala turnamen yang kadang-kadang bisa aneh tersebut,” ujar Allegri pada saat melakukan konferensi pers.

“Performa yang cukup baik dalam beberapa pekan belakangan ini bisa saja menaikkan kepercayaan diri bagi tim kami. Kami telah membuat salah satu batu loncatan dengan kedatangan Cristiano Ronaldo, tapi kami juga tidak boleh terlalu berharap dan juga lupa bahwa Juventus sudah mampu dua kali untuk masuk ke babak final dalam beberapa tahun terakhir sebelum Juventus berhasil mendatangkan Cristiano Ronaldo.”

Hal tersebut tentu saja tidak membuat Allegri sampai lupa dengan perjuangan mereka dalam beberapa tahun terakhir pada saat pertandingan di Liga Champions dan mereka harus lebih bisa keluarkan semua kemampuan mereka dan menunjukkan kalau mereka merupakan salh satu tim ynag besar. Apalagi sekarang mereka sudah memiliki salah satu pemain yang telah berhasil meraih banyak penghargaan baik itu secara pribadi maupun bagi tim yang dibelanya.

Dengan kondisi tersebut tentu saja point penuh pada laga pertama harus bisa menjadi hal tidak terlalu menjadi hambatan bagi tim Juventus.

 

Baca Juga: Sudah Saatnya Untuk Rasford Mencari Club Baru

Sudah Saatnya Untuk Rasford Mencari Club Baru

Sudah Saatnya Untuk Rasford Mencari Club Baru

Sudah Saatnya Untuk Rasford Mencari Club Baru

Pemain yang berposisi sebagai penyerang dati tim Manchester United, Marcus Rashford kembali bisa menunjukkan kwalitas dan juga potensinya di tim nasional Inggris, saat dirinya berhasil mencetak gol kemenangan timnas Inggris atas timnas Swiss. Tapi berbeda pada saat dia di klub yang saat ini di belanya, dia masih saja dikesampingkan oleh sang manager.

Marcus Rashford berhasil mencetak salah satu gol kemenangan timnas Inggris dalam laga uji coba saat melawan timnas Swiss di King Power Stadium markas dari tim asl Liga Premier Inggris, Leicester City, pada hari Rabu jam waktu setempat.

Ini merupakan gol keduanya secara beruntun ketika dia bermain bersama timnas ‘Tiga Singa’, setelah sebelumnya dia behasil bikin satu gol bagi timnas Inggris pada saat timnas Inggris kalah dengan skor 1-2 dari timnas Spanyol pada laga UEFA Nations League.

Di dalam dua pertandingan yang dia ikutin tersebut, Rashford selalu dimainkan sebagai penyerang tengah yang merupakan posisi asli dia saat bermain. Di saat partai lawan timnas Spanyol, pemain dari klub Manchester United tersebut diduetkan bersama dengan sang captain Harry Kane, lalu pada saat melawan timnas Swiss dia berdampingan bersama dengan pemain depan mantan klub Manchester United, Danny Welbeck.

Sudah Saatnya Untuk Rasford Mencari Club Baru

Pada saat membela timnas Inggris dengan melawan timnas Swiss, Rashford dinilai sangat bagus dan juga telah menunjukkan kemampuan terbaik dari dirinya pada saat berada di posisi tersebut. Namun saat ini yang menjadi persoalannya ialah ceritanya sangat berbeda jauh pada saat dia berada di klub.

Rashford saat ini lebih sering dimainkan oleh sang manajer Manchester United, Jose Mourinho di posisi sebagai penyerang sayap, untuk terus bisa mengakomodasi pemain serang tengah mereka yaitu Romelu Lukaku. Bahkan untuk berada di posisi tersebut, Rashford sampai saat ini juga belum pernah bisa bermain dengan penuh.

Penyerang berusia 20 tahun itu baru diberikan kesempatan tiga kali bermain di musim ini. Sekali dia diberikan kesempatan untuk menjadi penyerang tengah dan dua kali kesempatan menjadi penyerang sayap. Dia masuk sebagai pemain pengganti saat diturunkan sebagai penyerang sayap. Sementara pada saat ketika diturunkan menjadi penyerang tengah, Rashford jadi pemain starter namun dia tidak bermain penuh dan dia ditarik keluar di awal babak kedua.

Sementara menurut mantan pemain timnas Inggris dan juga klub Liverpool, Jamie Carragher kalau seharusnya sang pemain yang memiliki kemampuan dan juga kwalitas bagus tersebut seharusnya sudah harus bisa mencari klub yang memiliki jaminan bagi dirinya untuk bisa terus menjadi pemain yang bisa bermain reguler tanpa harus menjadi pemain pengganti atau menjadi pemain yang hanya bisa bermain setengah permain aja.

Rasford harus bisa menunjukkan kwalitas yang mempuni kepada sang manager yang saat ini hanya mau menggunakan kemampuan dari pemain veteran yang sudah mempunyai jaminan. Akan tetapi pemain yang satu ini memiliki kemampuan yang berbeda dari pemain depan muda lainnya. Jadi seharusnya sang manager bisa mengetahui kwalitas dan juga kemampuan dari pemainnya tersebut.

 

Baca Juga: Real Madrid Akan Memulai Kiprah Di Liga Champion

Real Madrid Akan Memulai Kiprah Di Liga Champion

Real Madrid Akan Memulai Kiprah Di Liga Champion

Real Madrid Akan Memulai Kiprah Di Liga Champion Pada 19 September 2018 Dengan Menjamu AS Roma

Real Madrid akan mempertahankan gelar juara Liga Champions sekaligus untuk mengejar gelar keempat secara beruntun. Pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui pun sudah menyiapkan taktik baru untuk bisa meraih juara musim depan, bahkan dia pun sudah menyiapkan pemain andalannua yang akan dia daftarkan untuk fasegrup.

Los Blancos di prediksikan akan mudah lolos dari penyisihan grup , Real Madrid menempati grup G bersama dengan klub dari Italia AS Roma , Viktoroa Plzen dan CSKA Moskow, klub yang munkin akan menjegal langkah Real Madrid adalah AS Roma.

Real Madrid Akan Memulai Kiprah Di Liga Champion

 

Karena itu Madrid akan waspada terhadap tim kuat italia yang berhasil menembus semifinal Liga Champion pada musim kemarin, namun komposisi skuat di Liga Champion masih belum berubah, bahkan semua peserta yang terkait masalah pelanggaran FFP bisa menyertakan 26 pemain.

Rincian tersebut adalah peling tidak ada dua pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang dan ada delapan yang harus berstatus lokal yang akan berlatih di negara klub tersebut sejak mereka bermain di tingkat junior,jika klub hanya memiliki tujuh pemain lokal ,klub tersebut hanya bisa mendaftarkan 24 pemain saja.

Begitu pun selanjutnya jika klun hanya memiliki lima pemain lokal dan enam pemain lokal , bahkan klub tersebut hanya bisa mendaftarkan 22 pemain dan 23 pemain, setelah itu klub yang berhasil lolos penyisihan grup tersebut , maka mereka bisa melakukan tiga pergantian pemain untuk mengisi skuat.

Real Madrid akan memulai laga awalnya dengan menghapi klub dari italia, AS Roma pada 19 september 2018, Madrid akan berusaha untuk mengalahkan tim raksasa italia yang pada musim lalu berhasil sampai ke babak semifinal Liga Champion 2017-2018, Madrid akan menurunkan pemain andalannya untuk menhadapi AS Roma .

Berikutnya adalah daftar pemain Real Madrid untuk Liga Champion 2018-2019 :

Kiper: Keylor Navas, Thibaut Courtois, Kiko Casilla , Luca Zidane

Bek : Dani Carvajal,  Sergio Ramos, Raphael Varane, Nacho Fernandez, Alvaro Odriozola, Sergio Reguilon, Adrian Adri, Javier Sanchez, Sergio Lopez , Jesus Vallejo

Penyerang : Mariano Diaz, Karim Benzema , Cristo Ramon, Gonzalez Perez, Vinicius Junior , Lucas Vazquez.

Gelandang : Toni Kroos, Luka Modric, Gareth Bale, Casemiro, , Marcos Llorente, Marco Asensio, Isco Alarcon, Dani Ceballos, Jaime Seoane, Francisco Franchu ,Federico Valverde

 

Baca Juga: Performa Buruk Lini Belakang tim Manchester Biru